Dokter Menggunakan Bor Tukang Untuk Menyelamatkan Nyawa Seorang Bocah



Seorang dokter berhasil menyelamatkan nyawa bocah berusia 12 tahun setelah melubangi kepalanya dengan bor tukang.



Cerita ini bermula saat Nicholas Rossi jatuh dari sepedanya di Maryborough, Victoria, Australia.

The Australian mengatakan saat Nicholas kembali ke rumah ia berulangkali mengeluh kepalanya terasa sakit. Mendengar keanehan ini, Karen, sang ibu, langsung membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Di tempat itulah Nicholas bertemu dengan Dr. Rob Carson.

Untuk mengetahui penyebab sakit di kepalanya, Dr. Rob menganjurkan Nicholas segera diobservasi, namun satu jam kemudian bocah itu mulai hilang kesadaran.

Sebagai tenaga medis berpengalaman Dr. Rob yakin hal itu disebabkan oleh pendarahan dalam batok kepala, ini menyebabkan otak tertekan dan sang pasien hilang kesadaran.

Sebuah langkah antisipasi harus segera diambil, sayangnya rumah sakit itu tidak memiliki peralatan yang memadai. Setelah berkonsultasi dengan pihak keluarga Dr. Rob kemudian mengambil bor tukang, yang biasa digunakan melubangi kayu, dari gudang rumah sakit.

“Dr. Carson mendatangi kami dan berkata ia harus segera melubangi batok kepala Nicholas supaya tekanan pada otaknya bisa dikurangi.” ujar orangtua Nicholas.

Sebelum melakukan operasi, Dr. Rob menelepon Dr. David Wallace yang dikenal sebagai ahli bedah syaraf guna memberitahu prosedur bedah yang belum pernah dilakukannya ini.

Syukurlah panduan dari Dr. David dan keberanian Dr. Rob berhasil membuat nyawa sang anak terselamatkan. Setelah satu jam operasi yang mendebarkan, Nicholas kemudian dibawa ke rumah sakit anak di Melbourne.

Mengenai aksinya, Dr. Rob berkata:
“Dalam situasi tersebut harus ada tindakan yang dilakukan. Saya tidak merasa menjadi hebat karena ini adalah bagian dari tugas, dan saya beruntung punya tim yang luar biasa hebat.”
READ MORE - Dokter Menggunakan Bor Tukang Untuk Menyelamatkan Nyawa Seorang Bocah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kisah Nikah Ala Bung Karno - Fatmawati


Inilah sekelumit kisah asmara Sukarno – Fatmawati. Begitu unik. Begitu mambara. Begitu dalam. Berikut ini adalah sepenggal kalimat cinta Bung Karno kepada Fatmawati, melalui sepucuk surat cintanya tertanggal 11 September 1941… O, Fatma, jang menjinarkan tjahja. Terangilah selaloe djalan djiwakoe, soepaja sampai dibahagia raja. Dalam swarganya tjinta-kasihmoe.

Pertalian cinta terjadi saat Bung Karno diasingkan di Bengkulu. Ketika itu, tentu saja. Bung Karno sudah beristrikan Inggit Garnasih, dan tidak dikaruniai putra. Tetapi, bukan Bung Karno kalau tidak berjiwa ksatria. Meski harus mengorbankan hubungan yang begitu baik, tetapi niat menyunting Fatma, toh tetap diutarakan juga kepada Inggit.


Sepulang dari pengasingan, Bung Karno selalu murung. Ia benar-benar dilabrak demam cinta. Anak angkatnya, Ratna Juami dan suaminya, Asmara Hadi, mengetahui bahwa Bung Karno sedang demam cinta, demam rindu kepada Fatmawati nun di Bengkulu sana. Ratna dan Asmara Hadi pula yang memohon-mohon kepada Inggit, agar merelakan Bung Karno menikahi Fatmawati.

Inggit keukeuh menolak dimadu, dan menyepakati perceraian. Inggit sepakat kembali ke Bandung. Hari terakhir bersama Bung Karno, Inggit menyempatkan diri ke dokter gigi. Bung Karno masih setia menemani. Bahkan ketika bertolak ke Kota Kembang, Bung Karno pun turut serta. Turut membongkar barang-barang Inggit. Setelah mengecek dan memastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal, Bung Karno pun mengucapkan selamat tinggal kepadanya.

Nah, bulan Juni 1943, Bung Karno menikahi Fatmawati. Bung Karno di Jakarta, sedangkan Fatmawati ada di Bengkulu. Bagaimana mungkin? Bung Karno menikahi Fatmawati secara nikah wakil. Sebab, kalau harus mengurus perizinan ke Jakarta untuk Fatma dan seluruh keluarganya, pada saat itu, sangat musykil. Di sisi lain, karena tuntutan pergerakan dan perjuangan, Bung Karno pun tidak mungkin meninggalkan Jakarta ke Bengkulu untuk menikah. Di sisi lain, Bung Karno merasa, tidak mungkin bisa menahan lebih lama lagi untuk menikahi Fatmawati.

READ MORE - Kisah Nikah Ala Bung Karno - Fatmawati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Matthew from Bullet For My Vallentine


Siapa yang bisa mengira?siapa yang bisa menebak jika seseorang yang sangat IDIOT bisa menjadi seorang gitaris ternama di dunia.Berawal dari rasa ingin tahu yang kuat dan belenggu dari kedua orang tua angkatnya.Seorang anak kecil bernama Matthew Tuck yang menurut guru-guru di sekolahnya bodoh dan kurang di sukai oleh teman-temannya mulai tumbuh dewasa dan memiliki berbagai cita-cita dan beribu harapan. Anak yang kini mulai menginjakkan kakinya pada kelas 5 sekolah dasar.


Di hari pertama ia masuk kelas, ia telah mendapatkan ejekan-ejekan yang cukup membuatnya sakit hati, hingga suatu hari ia mulai merasa bahwa dirinya telah tertinggal oleh zaman.Diapun mulai bisa merasakan betapa pentingnya ilmu penetahuan bagi hidupnya agar dia tidak termakan oleh waktu. Ia pun menatap hari-harinya dengan penuh semangat yang membara.Tiba saatnya Ujian kenaikan kelas yang harus dihadapi oleh setiap siswa yang bersekolah.

Hari demi hari berlalu dan sampailah pada hari pengumuman hasil ujian. Sang guru mulai memanggil satu par satu siswanya. Ketika pada saat gurunya memanggil nama Matthew Tuck ia pun langsung berdiri dan memandangi wajah gurunya.

Gurunya yang biasanya memandamg dia dengan gelisah seperti menyimpan kemarahan tapi kali ini beda gurunya memandangnya dengan senyuman khas orang yang sedang merasa puas. Langkah-langkah terus bergulir dan matthew mengambil raportnya, pada saat Matthew memegang rapornya gurunya berkata
“Hebat Matt teruskanlah trend positifmu ini” 

Semua yang ada di kelaspun bengong melihat sang guru itu. Mereka semua tidak menyadari bahwa si Matt mendapatkan nilai sempurna pada semua mata pelajaran yang ada. Bermula dari kejadian itu dia menjadi lebih semangat hingga lulus sekolah dasar.

Pada tahun pertama dia di junior high school ternama di Wales dia mulai belajar musik. Dia mulai bermain gitar akustik milik kakaknya yang telah meninggalkannya. Dia hanya hidup seorang diri di Wales. Dia mempelajari gitar itu dengan menirukan tokoh-tokoh idolanya. Dia selalu berkata dalam hatinya
“Do The Best from The Best “ 

Dengan semangat yang sangat berapi-api dia mulai menunjukkan kemampuanya bermain gitar di depan teman-teman seangkatannya sehingga teman-temanya pun berkata

“Your Play So Wonderfull,You are like Led Zeppelin Junior “ 

Matthew hanya menanggapinya dengan senyuman. Dia meneruskan usahanya hingga dia masuk ke senior high school khusus seni.Pada saat dia akan lulus dari sekolah itu, dia mewakili sekolahnya di suatu lomba dan menjadi gitaris terbaik dengan menyabet peringkat ke-5.

Menurut Led zeppelin sebagai juri pada saat itu Matthew sangat berpotensi menjadi legenda gitar terbaik.Padahal dalam ajang lomba yang dia ikuti pada saat itu dia termasuk peserta termuda. Dan diapun mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya ke sekolah seni no.1 di dunia.Di sana dia mendapatkan banyak teman baru yang sangat menghormatinya.Kondisi itu berbanding terbalik dengan saat dia masih di sekolah dasar.

Dari banyak teman baru yang dia miliki sekarang ada empat orang yang menjadi sahabat dekatnya hingga membuat sebuah bandn yang bernama Bullet For My Vallentine yang bisa di singkat BFMV/B4MV , bersama Michael Paget, Jason James, Michael Thomas.

Matthew terus mengembangkan sayap-sayap dari band tersebut.Hingga akhirnya satu album tercipta yang berjudul The Posion , album tersebut turut mengangkat nama Bullet For My Vallentine yang terjual lebih dari 60.000 kopi.

Dengan album itu pula BFMV mengikuti parade band ter-favorit yaitu Rock Amring.Mereka berkata
”Ini sememua diluar dugaan, thank’s a lot my lovely god” gumam Matthew.

Diapun tidak pernah membayangkan semua yang telah di dapatkannya sekarang. Dulu ketika dia masih kecil dia sering di maki bodoh, idiot, payah, dll.

”Akhirnya saya bisa membuktikan pada dunia kalau saya bukan anak BODOH seperti yang kalian semua pikir.Kebodohan saya pada saat itu hanya sebuah awalan dari kejeniusan saya.” 
Detik, menit, jam, hari, bulan berlalu mereka berempat mengeluarkan album barunya yang semakin baik berjudul Hand Of Blood . Album keduanya ini kembali mengangkat tinggi-tinggi nama Bullet For My Vallentine hingga menjadi sebuah band yang di perhitungkan.

Tak cukup puas dengan itu mereka mengeluarkan album ketiga 5 bulan setelah di nobatkan sebagai one of king metalcore band oleh sang legenda Axl.

Album itu berjudul Scream Aim Fire yang kembali berhasil merebut hati para B4MV holic hingga album itu terjual 120.000 kopi, dua kali lipat dari album pertamanya.

Avenged sevenfold yang sebelumnya berada diatas posisi BFMV kini tergusur dari singgahsananya dan harus merelakanya pada Bullet For My Vallentine.

Synyster Gates girtaris dari Avenged Sevenfold berkata

”Mereka lebih baik dari kami (Avenged Sevenfold) mereka layak mendapatkan itu semua”

Hingga sekarang BFMV tetap konsisten hingga mendapatkan gelar The Masters of Rock Amring mereka mengugguli Atreyu yang diperkirakan lebih baik dari BFMV.Dari segala prestasinya itu BFMV mendapatkan tawaran untuk ujuk gigi di hadapan dunia, dengan bermain 1 hari penuh tanpa istirahat, kecuali hanya makan saja.Merekapun berhasil melewati tantangan itu dengan baik. Para B4MV holic mengatakan
”GO.GO.GO BFMV,we’re love you”. 

Hingga kini merekapun tetap konsisten menjaga prestasinya.
READ MORE - Matthew from Bullet For My Vallentine

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Arti Emo Sebenarnya


Gua juga sebenarnya masih bingung tentang arti emo sebenernya itu... tapi gw kan ngasih tau sedikit tentang arti emo itu..

Emo itu adalah sebuah genre yg udah jauh lama berdiri sebelum The Used/MCR beken di negara kita. Dan jauh sekali dari sebutan rock cengeng yang sekarang dikenal orang. Salah satu alasan kenapa emo banyak dihidangkan orang kemungkinan ialah karena gaya pakaiannya yg sekarang lagi mendunia. Padahal itu hanyalah fashion. Bukan arti emo sesunguhnya.
Biasanya sih emo di Indonesia identik dengan poni lempar, dan biasanya kan band band emo tuh kebanyakan indie, jarang yang mainstream. Habis itu gaya anak emo tuh mereka biasanya suka menyendiri gitu, soalnya emo itu kan dalam arti kasarnya adalah kaum kaum terbuang/dikucilkan, makanya jarang keliatan real emo kids di tempat tempat publik, dan ga semua orang itu poser. Poser itu cuma orang yg bikin rusak emo aja.
Setelah itu Emo dalam aliran musik dimainkan dengan menggunakan segala curahan dari sang pembawa lagu tersebut. Oleh karena itu banyak dari band band tersebut kadang dibilang cengeng, padahal sebenarnya tidak, itu tuh cuma cara mereka mengexpresikan emosi mereka.

Udah dulu deh segitu aja, klo ada yang bisa ngasih tau lebih jelas , bagi bagi ya...
READ MORE - Arti Emo Sebenarnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Biografi Jason Mraz / Biography Jason Mraz


Jason Mraz adalah orang selatan california yang ingin dilahirkan di virginia untuk mengerjakan tugas singkat di new york, yaitu belajar seni musik teater kuno. Jason Mraz mulai bermain gitar sudah agak terlambat, 18, di ladang strawberry dan di jalan-jalan manhattan. Selama masa percobaan, Jason Mraz terinspirasi oleh psikis di tengah taman jalan ke mimpi dia hari ini. Pelajaran yang diberikan kepadanya adalah "Untuk menghindari sang penanya dan pergi dengan apa yang anda ketahui." ujar Jason Mraz. Dan berikut pedoman ini juga sebagai naluri untuknya bernyanyi, dan ia akhirnya membuat jalan keluarnya ke barat di mana dia telah menghabiskan dua tahun di san diego untuk belajar dari yang terbaik tentang tidur, perdamaian, dan puisi dalam lagu. 

Jason Mraz selalu memiliki visi untuk melihat bagaimana lagu dapat menafsirkan kepada pendengar untuk dipahami. Apa yang dimulai dari sebagai "lagu untuk tidur", sebuah koleksi lagu-lagu untuk album yang cocok untuk didengar saat kehidupan mimpi, kini telah berkembang menjadi sebuah eksplorasi Jason Mraz.
READ MORE - Biografi Jason Mraz / Biography Jason Mraz

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Biografi Alone At Last (AAL)


Alone At Last (AAL) adalah band indie yang lahir di Bandung, Indonesia pada tahun 2002 dengan hits lagunya "Muak Untuk Memuja". Label rekamannya adalah absolute records. Alone At Last merelease E.p album yang berjudul Sendiri VS Dunia (2004) dan album terbarunya adalah "Jiwa" (2008). Band Alone At Last yang beranggotakan yas (vocal), ubey (bass/back vocal), ucay (guitar/back vocal ), indra (guitar/back vocal), athink (drum) ini adalah salah satu band indie yang terkenal dikalangan remaja.
READ MORE - Biografi Alone At Last (AAL)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Biografi Story Of The Year


Marsala (lead vocal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russel (bass), dan Josh Wills hanya mendapat panggung kecil pada Van Warped Tour, Juli 2002 di Peoria Sports Complex, Phoenix Arizona. Maklum saja, belum banyak orang yang kenal dengan band yang satu ini.
Tapi dua tahun berselang pada panggung yang sama, tepatnya Juli 2004 mereka tak lagi dianggap remeh. Bahkan panggung utama rela disediakan panitia. Aksi mereka yang gila bak cacing kepanasan membuat penonton merangsek dan berdesak-desakan kedepan panggung menikmati konser. Dan Marsala, sang vokalis pun pintar memanfaatkan situasi. Ia tak hanya pintar menjadi komandan kawan-kawannya, penonton pun dibuat puas dengan aksi panggung mereka yang benar-benar “hidup”.
Ya, mereka adalah lima pemuda asal St. Louis, Arizona yang tergabung dalam sebuah band Story Of The Year. Band yang terbentuk pada tahun 1996 ini awalnya bernama Big Blue Monkey. Namun, karena sudah ada terlebih dahulu band beraliran blues yang memakai nama Blue Monkey, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Story Of The Year.
Sebagai salah satu band penganut aliran emo, Story of The Year tak luput dari lirik-lirik yang suram, sedih, penuh kemarahan namun memiliki makna yang dalam. Kesedihan, rasa sakit, dan kemarahan inilah yang lalu dilampiaskan mereka saat beraksi dipanggung. Hasilnya, aksi yang “gila”. Lihat saja bagaimana mereka meloncat-loncat di panggung, berteriak-teriak, atau bahkan meloncat ke arah penonton dan melakukan moshing.
Awalnya Story Of The Year mencoba merekam demo lagu mereka sendiri. Hasilnya, tiga album demo (EP) mampu mereka ciptakan. Namun sayang, saat mereka akan mencoba membuat album format penuh pertama, gitaris mereka sebelumnya, Greg Haupt memutuskan untuk keluar dari band. Akhirnya formasi sekaranglah yang terus dipertahankan oleh mereka.
Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, akhirnya album pertama “Page Avenue” berhasil mereka rilis pada September 2003. Berkat single pertama “Until The Day I Die” mereka mampu memuncaki tangga lagu pada radio KROQ sepanjang Juli hingga Agustus 2003 dan album ini terjual jutaan keping di seluruh dunia.
Lalu berlanjut dengan single kedua “Anthem Of Our Dying Day” yang video klipnya dibuat oleh Mr. Hahn, personil Linkin Park. Bahkan single ketiga mereka “And The Hero Will Drown” dipercaya mengisi soundtrack game “Need for Speed : Underground 6” dalam berbagai format.
Kesuksesan inilah yang membuat Linkin Park mengajak mereka turut serta dalam Meteora World Tour 2004 bersama Hoobastank dan POD. Bahkan pada tahun yang sama Story Of The Year juga tampil di panggung Vans Warped Tour, Wake Up Screaming dan KROQ’s Wennie Roast.

Aksi Brutal 

Namun kesuksesan ini sempat tercoreng akibat kasus perkelahian yang melibatkan personil Story Of The Year dengan beberapa roadies atau kru Godsmack, sebuah band beraliran nu-metal dan modern rock. Menurut laporan yang disiarkan MTV News pada Mei 2004 perkelahian tersebut, seperti yang dituturkan sang gitaris, Ryan Philips, bermula akibat personil Godsmack yang kecewa dengan aksi panggung Story Of The Years. Kasus ini pun langsung ditangani Noblesville Police Department. Untung saja tidak ada yang ditahan akibat perkelahian tersebut. Perkelahian ini bahkan dianggap angin lalu saja oleh para personil Story Of The Years. Dengan entengnya mereka mengatakan, “Mungkin Godsmack salah paham, sebenarnya kita hanya ingin mengajak mereka membeli es krim bersama saja”.
Kegilaan mereka ternyata bukan hanya dipanggung saja, saat di dalam studio pun mereka selalu bertingkah “diluar kewajaran”. Ini terbukti saat mereka mulai mengerjakan album kedua setelah beristirahat dari tur panjang selama tahun 2004. Sebagian besar persiapan album tersebut dilakukan di rumah sang gitaris, Ryan Phillips yang juga menjadi studio latihan. Untuk album kedua mereka bekerjasama dengan Steve Evetts yang juga pernah menggarap album milik Hatebreed dan Snapcase.
Saat itu pengerjaan album sudah memasuki tahap tracking sessions untuk drum. Pada sesi terakhir, seluruh personil termasuk Steve Evetts masuk kedalam studio dan “menyanyi” bersama. “Saat itu sungguh luarbiasa, kami beraksi seperti sedang konser. Kami semua meloncat-loncat dan berteriak-teriak sangat keras” kata Dan Marsala sang vokalis.
Aksi gila ini baru berakhir saat sesi drum telah lengkap dan diakhiri dengan kejadian yang membuat semua yang ada di studio kaget dan berteriak histeris. Pada take terakhir untuk lagu penutup, Josh Wills sang drummer tiba-tiba menusuk drum miliknya dengan stickdrum, kemudian membanting seluruh set drum tersebut. “Kami sedang on fire saat itu” kata Adam Russels sang bassist.

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, akhirnya Story Of The Year meluncurkan album kedua mereka “In The Wake Of Determination” pada 11 Oktober 2005. Dengan mengandalkan single pertama “We Don’t Care Anymore” album itu hanya terjual 150 ribu keeping sampai 5 Maret 2006 sehingga gagal mendapatkan penghargaan emas dari situs RIAA. Namun mereka mampu memperoleh penghargaan emas dari RIAA berkat CD/DVD Live in Lou/Bassasins yang terjual lebih dari 50 ribu keping. Dan pada Mei 2006 Story Of The Year sukses menggelar tur keliling Australia dengan dukungan band Emery dan Flogging Molly. Dengan album keduanya, Story Of The Year mendedikasikan kesuksesan yang diraih mereka pada beberapa tahun sebelumnya. Perjuangan dan kerja keras mereka menaklukan dunia musik tertuang dalam lagu “Five Against The Words”. “Kami akan selalu ingat apa yang telah kami lakukan selama ini. Kita sangat senang kemana pun kita pergi. Kita tak pernah mengira akan jadi seperti ini sebelumnya. Ini sungguh pengalaman yang luar biasa” kata Dan Marsala sang vokalis. Salah satu lagu yang paling keras pada album kedua ini adalah “Jarhead”. Tempo yang cepat dan sentuhan nuansa hardcore memenuhi lagu ini sehingga seolah-olah lagu ini memang diciptakan untuk membuat keributan. Di tahun 2007 ini, Story Of The Year kembali masuk studio untuk menggarap album ketiga mereka. Diperkirakan album tersebut selesai dan dirilis pada musim panas pertengahan tahun ini. Belum ada kepastian siapa produser yang akan bekerjasama dalam penggarapan album tersebut. Namun saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa materi termasuk untuk DVD seperti sebelumnya. Kita tunggu saja karya yang dihasilkan dari band yang menjadi referensi musik remaja sekarang ini. Di Indonesia, gaung Story Of The Year sudah menyebar sejak album pertama mereka. Maka tak heran jika musik bahkan penampilan mereka baik di panggung maupun diluar panggung sudah menjadi inspirasi band-band anak muda saat ini. Ya, Story Of The Year memang bukan story (cerita) kemarin sore. Bahkan bisa dikatakan mereka bukan hanya story of the year (cerita tahun ini) tapi merupakan story of a lifetime (cerita abadi selamanya).
READ MORE - Biografi Story Of The Year

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Biografi The Used / Biography The Used


The Used merupakan sebuah grup musik yang berasal dari Oren, Utah. Anggotanya berjumlah 4 orang terdiri dari Bert McCracken, Quinn Allman, Jepha Howard, dan Dan Whitesides. Album pertamanya dirilis pada tahun 2002. Album kedua mereka adalah In Love and Death, pada bulan September 2004 dan album ketiga mereka adalah Lies for the Liars, pada bulan Mei 2007. Mereka telah menghabiskan seluruh tahun 2008 bekerja di studio untuk membuat album keempat mereka, yang akan dirilis pada musim panas 2009. Band ini telah mencapai status penghargaan Gold dan Platinum di lebih dari 6 negara di dunia.
READ MORE - Biografi The Used / Biography The Used

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bring Me The Horizon (BMTH) Biography


 Bring Me the Horizon (or BMTH as often referred to) is a deathcore band from Sheffield, Yorkshire. The band formed in the year 2004 from members of other bands within their local area.[1] They have incorporated elements of death metal and metalcore in their music, resulting in their genre best being described as deathcore into their sound on their debut album "Count Your Blessings" which was released October 30th 2006.


They are currently signed to the label Visible Noise Records, but were originally signed to the record label Thirty Days of Night Records. They were also the first band to be signed to that label. They have toured in the past with bands such as Lostprophets (headline), The Blackout; Killswitch Engage (headline) and The Haunted. They did a headlining tour of the UK during March and April with the now defunct metalcore band I Killed The Prom Queen.

They are also confirmed to be playing Download Festival 2007 in June also with Iron Maiden, Slayer and others.

Oli Sykes and Matt Nicholls are vegetarians and make this well known. They joined in a PETA campaign against KFC.

In a drunken state Oli Sykes once told a Kerrang journalist that "we [Bring Me the Horizon] are over-rated, our EP was shit, and kids only like us because of my [Oli's] hair"
READ MORE - Bring Me The Horizon (BMTH) Biography

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Drummer Avenged Sevenfold Meninggal


Drummer Avenged Sevenfold Meninggal

Kabar duka menghampiri grup band Avenged Sevenfold setelah penggebuk drumnya, James Owen Sullivan a.k.a "The Rev", meninggal dunia di usia 28 tahun pada Senin (28/12/2009) waktu setempat.


John Domingo, petugas kepolisian Huntington Beach mengatakan, The Rev meninggal di kediamannya di kawasan California selatan.

Sejauh ini, polisi belum menemukan hal-hal yang tak wajar atas penyebab kematiannya. Meski demikian, pihak terkait masih meneliti penyebab kematian The Rev secara pasti. 

Kepergiannya yang tiba-tiba jelas membuat sejumlah rekan dan penggemar terkejut. Pihak manajemen grup band Avenged Sevenfold mengumumkan kabar tersebut melalui situs mereka. "Ini kabar yang sangat menyedihkan dan berat untuk disampaikan bahwa hari ini Jimmy "The Rev" Sullivan telah tiada," tulis manajemen Avenged Sevenfold dalam pernyataan resminya.

"Jimmy tak hanya merupakan salah satu penggebuk drum terbaik di dunia. Lebih dari itu, dia adalah sahabat dan saudara terbaik," tulisnya lagi. 

Semasa kariernya bersama Avenged Sevenfold, "The Rev" pernah memberi kontribusi dalam penggarapan single "A Little Piece of Heaven." Selain menjadi pemain drum, ia juga penyanyi latar di grup bentukan tahun 1999 itu. Bahkan, pria yang dikenal badung selama remaja itu sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.

Lahir pada tanggal 9 Februari 1981 sebagai anak tunggal, dia terkenal sebagai bocah nakal sehingga sering dikeluarkan dari sekolah. Kelakuannya saat remaja makin tak terkendali. The Rev sudah tujuh kali masuk penjara karena doyan berkelahi dan doyan mabuk-mabukan. 

Namanya kemudian makin dikenal ketika ia bergabung dengan Avenged Sevenfold dan berhasil menuai sukses. Pada ajang MTV Video Music Awards 2006, grup ini berhasil meraih penghargaan untuk Best New Artist.

Di Tanah Air, grup ini punya banyak penggemar. Buktinya, sudah dua kali mereka manggung di Jakarta. Pada Oktober tahun lalu, Avenged Sevenfold tampil di Jakarta. The Rev turut serta dalam konser yang dihajat promotor Java Musikindo itu. 
Music
READ MORE - Drummer Avenged Sevenfold Meninggal

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pee Wee Gaskins si Pangeran Pens

Nama Pee Wee Gaskins merajai pentas seni (pensi) sekolah-sekolah di Jakarta dan sekitarnya. Band asal ibu kota itu pun kini masih menikmati gelar pangeran pensi dengan santai.


"Kita maunya disebut pangeran pensi aja. Ya rezeki nggak akan kemana," ujar Sansan sang vokalis ketika berbincang dengan detikhot baru-baru ini.

Band yang digawangi Aldy (drum), Omo (kibord), Dochi (gitar), Sansan (vokal) dan Eye (bass) memberi warna baru di kancah musik. Khususnya bagi anak muda yang melulu disuguhi band-band beraroma musik pop Disney.

Pee Wee Gaskins hadir dengan musik rock berbalut elekrik yang menyenangkan. "Senang aja, artinya anak muda sekarang selera musiknya beragam. Nggak itu-itu melulu," jelas Dochi.

Album perdana mereka 'The Sophomore' masih jadi konsentrasi mereka. Namun akhir tahun mendatang, Pee Wee Gaskins, akan segera menggarap album kedua. Februari 2010 jadi deadline Pee Wee Gaskins untuk merilisnya.

"Tapi sampai sekarang kita terus ningkatin link, promo di sana sini. Jadi nanti kalau udah semakin seatle kan enak," tutur Dochi.
READ MORE - Pee Wee Gaskins si Pangeran Pens

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS


         BIOGRAFY KILLING ME INSIDE

Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu : Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan '08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan. 


"Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak," kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.

Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.

Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu "A Fresh Start For Something New" yang hitsnya lagunya yaitu "The Tormented".
READ MORE -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Lirik Lagu the changcuters
Gembel Cinta

Musnah sudah kenangan manis
Bibir senyum hati menangis
Hidup enggan mati tak mau
Masa lalu biar berlalu
Oo...

2x
Jangan jadi gembel cinta
Gembel cinta aaaaa aaa au

Kadang kadang ku suka bingung
Bagai katak dalam tempurung
Ku tak mau jadi pengemis
Yang hidupnya berakhir oh tragis

2x
Tak kan jadi gembel cinta
Gembel cinta aaaaa aaa au

Gembel cinta , gembel cinta.. Uh cap cus cis... Aauu

Reff :
Jangan jadi gembel cinta
Gembel cinta aaaaa aaa au
Tak kan jadi gembel cinta
Gembel cinta aaaaa aaa au

Musnah sudah kenangan manis
Bibir senyum hati menangis
Ku tak mau jadi pengemis
Yang hidupnya berakhir oh tragis

Reff : 2x
Jangan jadi gembel cinta
Gembel cinta aaaaa aaa au
Tak kan jadi gembel cinta
Gembel cinta aaaaa aaa au
READ MORE -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS


Lirik Lagu the changcuters
Rindu Ortu(orang tua)

Tak tampak gedung yang menjulang
Hanya sawah yang membentang
Hijau daun pohon rindang

Sungai jernih penuh ikan
Orang pun beri senyuman
Riang saling jabat tangan


Bila malam telah menjelang
Langit terang bertabur bintang
Dan problema hidup seperti menghilang

Tak pernah ada kemacetan
Hanya sepeda dan delman
Saling berkejar kejaran

Bocah ramai berlarian
Mengitari taman taman
Bernyanyi dan berpegangan

Bila malam telah menjelang
Langit terang bertabur bintang
Dan problema hidup seperti menghilang

Menghilang......

Aku telah merindu, kampung halamanku
Tak sabar hatiku untuk lekas jumpa
Lekas jumpa, lekas jumpa, orang tua
Orang tua..

Back to #1 , #2

Aku telah merindu, kampung halamanku
Tak sabar hatiku untuk lekas..
Oh aku telah merindu, kampung halamanku
Tak sabar hatiku untuk lekas jumpa
Lekas jumpa, lekas jumpa, lekas jumpa orang tua
Orang tua..
READ MORE -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Lirik Lagu the changcuters
suka-suka

Kekasih hatiku janganlah kau bermuram durja
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka
Kekasih hatiku hilangkanlah semua duka lara
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka

Kekasih hatiku janganlah kau bermuram durja
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka

Kekasih hatiku hilangkanlah semua duka lara
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka
Lebih baik bersepeda mengitari kota suka suka

Laa la laa la laa suka suka
Laa la laa la laa suka suka
Laa la laa la laa suka suka
Laa la laa la laa suka suka
Suka suka
READ MORE -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Followers